Prahara Mencintai (Mantan) Sahabat

^_^ [0 Komentator]
Prahara Mencintai (Mantan) Sahabat
Dahulu, ku punya seorang sahabat. Dia lah teman kuliah di Malang yang "menemukanku" pertama kali saat ku menghilang dari kampus. Iya, tahun 2012 merupakan tahun yang cukup membuatku down karena kehilangan ibu tercinta, serta segala permasalahan lainnya.

Berawal dari SMS-an, kita kemudian semakin dekat berkat komunikasi yang intens. Kita pun juga beberapa kali bertemu meski ku menjaga jarak karena saat itu dia bilang kalau sudah punya pacar.

Namun, kita benar-benar harus terpisah jarak karena akhir tahun 2013 ku memutuskan pulang ke Pacitan dan melanjutkan kuliah di Ponorogo. Meski begitu, komunikasi tetap kita lanjutkan. Kita pun semakin dekat hingga bisa disebut sahabat. Bahkan persahabatan kian erat kala dia menghibahkan 2 ekor kucing kesayangannya padaku. Kita juga sempat bertemu di rumahku sekitar bulan September 2014. Sayangnya, jarak kita semakin jauh ketika dia kembali ke kampung halamannya.

Tahun demi tahun kita lalui bersama meski hanya lewat WA. Lama-kelamaan ada rasa suka kepada dirinya, namun ku pendam karena dia masih ada yang punya. Walaupun terkadang terlontar sepik-sepik dan modus-modus yang menjurus, itu aku & dia anggap sebagai pemanis saja. Ku mencoba menepis segala hasrat untuk memilikinya meski ku tahu dia sudah putus dengan pacarnya.

Hingga pada awal tahun 2019, bapakku mulai dekat dengan seorang wanita yang ku yakini bakal menjadi calon ibu baruku. Aku pun mulai terpikirkan untuk memiliki pasanganku sendiri. Tapi siapa? Satu-satunya cewek yang dekat denganku hanyalah dia. Apakah aku berani menyatakan cinta? Cinta kepada sahabat sendiri? Entahlah. Namun hati memang tak bisa bohong.

Ku mencoba mengulik sedikit tentang hubungannya dengan cowok lain. Dia berkata ada yang mencoba mendekat, namun dia sedang tidak pacaran. Yes! Apa ini kesempatanku untuk memilikinya?

Ku pun chat ke dia dan bilang bahwa ku ingin menikahi dia, suatu saat nanti. Seperti biasa, dia menganggap itu hanyalah sebuah sepik/modus biasa. Padahal ku sangat serius. Ku kemudian mencoba menelepon dia agar lebih meyakinkan. Tahu apa jawabnya? Aku ditolak! Dia lebih menganggapku sebagai kakak dan sahabat. Dia tidak bisa menganggapku lebih dari itu, dengan suatu alasan tertentu.

Ku menangis sejadi-jadinya. Cewek yang paling ku harapkan di dunia ini, menolak cintaku yang telah terpendam sekian lama. Bahkan setelah kejadian itu, dia tak merespon chat dan telepon dariku. Ada apa ini?

Pada akhirnya dia mau merespon chat ku. Dia berkata kalau dia sudah tak bisa menganggapku lebih dari teman. Dia tak memperbolehkan ku untuk menghubungi dia ataupun mengganggu kehidupannya. Dia juga bilang kalau DIA MAU NIKAH!!!

DUAR!!! Perasaanku seketika ambyar. Dia tak pernah cerita sedikitpun tentang hal tersebut. Makanya ku berani menyatakan cinta. Padahal ku sangat butuh dia sebagai pendamping hidupku. Ku selama ini mencoba menjaga hatiku sendiri dengan menjomblo untuk setia kepadanya, tapi ternyata dia memilih menghilang dari kehidupanku. Ku tak menyangka semua "berakhir" seperti ini.

Memang semua berawal dari kesalahanku yang (mungkin) fatal dan tak termaafkan. Hingga dia memutuskan tali silaturahim denganku. Dia, Mrs. Always Right yang sangat ku cintai selama-lamanya. :)

Ya, meski tujuan hidupku kini hancur berantakan. Sekian.