Showing posts with label 30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label 30HariMenulisSuratCinta. Show all posts

Move On!

| [0 Komentator]

To: AKU DEWE

Dear, cah baperan rauwisuwis.

Sudah, sudah, gak usah sok baper gitu. Baper gak baik buat kesehatan (dan pikiran). Kesehatanmu itu lho.

Mending cari yang baru aja. Move on. Pikirkan masa depanmu, bukan malah memikirkan masa lalu. Syukur-syukur segera kawin. Biar tahun depan bisa ikutan #30HariMenulisSuratCinta (lagi). Kan bisa tuh kirim surat ke someone special. Tul gak?

Eh, bentar-bentar, mbak Je sudah move on? :p

Habis manis mantan dibuang - LINE QUIZ - Tebak Kata

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-30

Surat (Tak Terlalu) Cinta

| [0 Komentator]
Surat (Tak Terlalu) Cinta

To: Jeaneddynove Prima A (@nedd_)

Dear, mbak Je sing ayu dewe.

(Tak) terasa program #30HariMenulisSuratCinta 2016 sudah hampir tuntas. Tahun ini adalah kali pertama aku ikut program #30HariMenulisSuratCinta. Judulnya SURAT CINTA, SURAT-nya sih aku bisa bikin, tapi rasa-rasanya CINTA-nya masih kurang deh.

Yasudahlah, aku anggap #30HariMenulisSuratCinta kali ini sebagai pembelajaran. Belajar bercinta melalui surat. Semoga tahun berikutnya masih ada program #30HariMenulisSuratCinta dan aku bisa ikutan lagi. Syukur-syukur kalau KangPos-nya mbak Je (lagi).

Terima (ke)kasih buat mbak Je, sudah rutin dan tak pernah terlewat mengantarkan surat. Komen singkat namun sangat memikat, yang selalu aku tunggu kala kamu mengantar surat (yang tak terlalu) cintaku. Semoga selalu bahagia ya, mbak Je. :)

Warm regards,
Bocahmu

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-29

Sepi Tanpamu

| [0 Komentator]
Sepi Tanpamu

To: Felix The Cat

Dear, Felix.

Apa kabarmu di alam sana, cah ganteng?

Aku kangen dengan kenakalan-kenakalan kecilmu, Lix. Spraying dimana-mana (sampai rumah ber-"aroma terapi'), pipis sembarangan (kamu tutupi dengan cara menggosok-gosokkan kakimu ke pipismu agar tersamarkan), pipis di tumpukan baju (baunya manjing/tidak hilang meski dicuci berkali-kali), ngaor-ngaor nyari kucing betina di luar (atau kadang nantangin pejantan lain, pulang-pulang dekil dan luka di sana-sini), hingga uber-uber si Bella buat dikawinin (Bella gak mau, kamu kena tampol).

Yang bikin aku heran, ketika malam hari kamu ngaor-ngaor alias mengeong keras khas kucing jantan birahi, tidak ada tetangga yang mengusirmu atau melemparimu atau menyakitimu. Padahal kamu sukanya ngaor-ngaor di bawah mobil punya pak polisi, yang punya anak bayi pula. Aku takutnya kamu ditembaki karena mengganggu kesunyian malam. Ternyata tidak ada satu pun protes dari tetangga. Kini, malam-malam di sekitar rumahku jadi sepi dan sunyi.

Tetapi aku paling kangen manjanya kamu. Kamu selalu mendekat ketika ada yang memanggilmu, mengusuk-usukkan kepalamu ke kaki, ngglibet. Tidur pun kamu maunya di atas, baik di kursi atau di kasur, itu pun tidurmu gaya pusing pala barbie. Juga setiap pagi kamu naik ke kasur, meong-meong kecil membangunkanku untuk minta makan. Etapi abis makan, biasanya kamu langsung menghilang begitu saja, tanpa jejak. Bhahak.

Setahun sudah kamu meninggalkanku, meninggalkan semua yang menyayangimu. Sakit kencing batu telah merenggut nyawamu. Seandainya tersirat di fikiran untuk mensteril kamu, aku yakin kamu masih hidup sampai sekarang. Aku merasa sangat menyesal. Kamu datang dengan tubuh yang besar, kekar dan sehat, "pulang" dengan cara cukup mengenaskan. Namun, semua sudah terjadi. Aku ikhlas. Kini kamu sudah bermain di rainbow bridge dengan saudara kembarmu, Chloe, yang lebih dulu mendahuluimu.

Warm regards,
Your Lovely Family


πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-28

T.G.I.F

| [2 Komentator]
T.G.I.F

To: Meistika Senichaksana (@OnlyMezty)

Dear, Mez.

Akhirnya aku bisa juga membaca novel keduamu, Sesaat di Keabadian, yang merupakan sekuel dari novel Hai, Luka. Novel Sesaat di Keabadian aku dapatkan dari giveaway di salah satu blog (blogtour). Lumayan menambah koleksi buku bacaan. Dua-duanya bertanda tangan asli darimu pula.

Oh ya, hadiah aku terima dari kurir jasa pengiriman sesaat setelah pulang dari Jumat'an. Aku jadi semangat ikutan giveaway berhadiah buku/novel. Bhahak! Terima kasih ya Mez. Juga buat semua pihak yang terlibat dalam giveaway novelmu. T.G.I.F. :)

Warm regards,
MyMez.


πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-27

Pindah Tempat

| [0 Komentator]
Pindah Tempat

To: Bella The Cat

Dear, Bella.

Kala pagi menjelang, aku terbangun tidur dan langsung melihat ke kardus tempat kamu menyusui anak-anakmu. Kardus aku tarik dari kolong tempat tidur, kok terasa enteng ya. Begitu terlihat, kosong! Aku panik, keluar kamar, kemudian tanya bapak yang sudah bangun duluan. Katanya d'kids diboyong ke kamarnya. Aku tengok kolong tempat tidur tidak ada. Eee~ ternyata kamu n d'kids sedang kruntelan di sisi lemari.

Segera aku mengelus kamu dan d'kids. Kamu pun mengeong pelan seakan berkata, "aku pindah ke sini, kak". Ya sudah sih gpp, mungkin di tempat itu lebih adem dan aman buat d'kids. Hvft, pagi-pagi sudah bikin kaget aja kamu. Takutnya d'kids kamu pindah ke tempat yang kotor dan tak terjangkau. Repot memang mengurusi kucing-kucing krucil, tapi sangat menyenangkan. ({})

Sehat terus ya, kamu n d'kids. Sayang kalian. :*

Warm regards,
Your Lovely Family.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-26

7Icons Nempel di Hati

| [2 Komentator]
-
7Icons

To: Atee, Gc, Linzy, Mezty, Natly, Pj, Vanila

Dear, my icons.

Apa kabar kalian semua? Sudah pada nikah belum? Salah satu dari kalian gak ada yang jadi jodohku nih? Bhahak! :p

Nostalgia saja sih pagi ini aku setel lagu-lagu kalian. Gegara nemu file MV Playboy dan Jealous. Ah, jadi kangen perform kalian. Pokoknya begitu tahu kalian mau perform on air, aku langsung standby di depan TV. Tak beranjak dan tak berkedip menatap layar terpaku. Saking nge-fans-nya, sampai aku bela-belain beli CD album original kalian di salah satu store aksesoris cewek. Isin-isin piyeee ngono~ :))

Nah, semenjak kalian bubar-jalan, aku jadi galaw dan sakaw. Mau berpindah ke lain hati, macam girlband Cherybelle atau Blink, gak bisa karena cuma kalian girlband domestik yang aku idolakan. Etapi pernah sih menjajal ngidol grup kiriman Nippon alias nge-VVOTA dengan beli CD album mereka, tapi kok aku merasa gak cocok, terlalu ke-kimcil-an gitu deh. -_-

Bagaimanapun juga, seperti salah satu judul lagu kalian, 7Icons tetap Nempel di Hati. Sampai kapanpun. Salam ICONIA!

Warm regards,
Iconia

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-25

Yang Terlewatkan

| [0 Komentator]

To: Mantan Lima Langkah

Dear, Ex.

Kemana kau s’lama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Apa kabar kamu? Kemana saja kamu? Lama sudah aku tak melihat tubuh tinggi semampaimu. Aku rindu, rindu sapaanmu kala kamu melintas di depan rumahku. Apalagi kamu lewatnya bareng suami dan anakmu, aku merasa istimewa. :p

Sesal tak ‘kan ada arti
Karna semua t’lah terjadi
Kini kau t'lah menjalani
Sisa hidup dengannya

Sekitar tahun 2014, aku mampir ke rumah seorang tetangga yang telah pindah ke luar kota. Tak ku sangka, dia menanyakan kabarmu dan apakah aku masih denganmu. Pikirku, ini orang masih ingat saja. Padahal itu kan cerita 10 tahun yang lalu, semasa SMA. Aku ceritakan apa adanya saja, kalau kamu sudah menikah dengan yang lain.

Mungkin salahku~ Melewatkanmu~
Tak mencarimu~ Sepenuh hati~
Maafkan aku~

Kesalahanku~ Melewatkanmu~
Hingga kau kini~ Dengan yang lain~
Maafkan aku~

Sepertinya memang blunder besar, ketika kita sempat dipertemukan Tuhan di rumahmu, aku gak ngeyel mendekatimu lagi. Aku takut, takut kamu sudah ada yang punya. Kepo? Males ah. Lagipula aku bukan tipe "jambu alas kulit'e ijo, seng digagas wes duwe bojo". Kemudian kita sempat hilang kontak lagi, eeeh tetiba di bawah pintu rumah ada undangan pernikahanmu. Aku ciyan. Bhahak! :))

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati ku cari
Di mana kau berada

Etapi terkadang aku masih berandai-andai bila waktu itu aku memberanikan diri mendekatimu kembali meski kamu sudah ada yang memiliki. Kali aja sih kamu jodohnya aku. Cuma kalau udah maksa-maksa ternyata emang bukan jodoh, lak yo Isin to?

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu~ Mendengarmu~
Kaulah yang terhebat

But at least, aku ucapkan terima kasih padamu. Terima kasih karena kamu pernah mau jadi kesayanganku. Cinta pertamaku. :)

Salam lemper! Eh salah, salam baper!

*lirik lagu Yang Terlewatkan oleh Sheila On 7, album Menentukan Arah (2008).


πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-24

Kucing dalam Kardus (Part 2)

| [0 Komentator]
Kucing dalam Kardus (Part 2)

To: Bella The Cat

Dear, Bella.

Alhamdulillah, akhirnya muncul juga anak-anakmu ke dunia fana ini, Bel. Kali ini adalah lahiran ketigamu. Terhitung ada 4 kitten yang kamu lahirkan semalam (22-02-2016). 1 warna jeruk (kuning/orange) dan 3 warna gosong alias hitam. Haha. Pengennya setelah ini kamu mau aku steril saja. Gak apa-apa kan, Bel? Kasihan kalau kamu kebanyakan beranak, kesehatanmu itu lho.

Jam sebelas malam, kamu meong-meong terus. Aku lihat 'itu'-mu, sudah keluar cairan (mungkin ketuban atau apalah, aku cuma bidan gadungan, dadakan). Aku masukin kamu ke kardus yang tempo hari aku siapin (baca lagi: Kucing dalam Kardus). Kamu pun mulai ngeden-ngeden di kardus, sampai ngos-ngosan. Tapi kok gak keluar-keluar, pikirku. Aku lihat lagi 'itu'-mu, ternyata yg nongol duluan adalah buntut!!! Aku panik dong, Bel. Belum pernah menangani kucing lahir sungsang. Mau tanya-tanya via SMS ke owner kamu sebelumnya, tidak dibalas. Googling juga gak nemu. Mau ke dokter hewan, tapi udah tengah malam, iya kalau anak orang, ada alasan urgent. Aku kudu piye, Bel?

Aku cuma bisa pasrah sambil berdoa, sembari elus-elus perutmu. Ciyan bingits kucing seunyu kamu ngos-ngosan sampai melet-melet kayak guk-guk. Hingga sekitar pukul dua belas lebih beberapa menit, si kitten sungsang warna jeruk bisa keluar juga. Langsung aku bersihin area muka, terutama hidungnya biar bisa bernafas. Tak lama, kiten-kiten lain lahir dengan lancar dan normal. Jam satu, tugasku sebagai bidanmu pun tuntas. Satu-per-satu kitten aku bersihin, langsung pegang pakai tangan. Aku sodorin ke kamu yang masih kecapekan di dalam kardus, langsung kamu sambut dengan jilatan-jilatan sayang. Mereka pun rebutan nyusu ke kamu sepuasnya. Kamu memang pinter ngurusin anak. Jadi, kata siapa anak kucing yang sudah dipegang pakai tangan, induknya gak mau ngurusin, jilat dan nyusuin? Itu cuma MITOS. Ya kan, Bel?

Tak sia-sia aku begadang bantuin kamu lahiran. Semoga kamu n d'kids sehat selalu ya, Bel. :*

Warm regards,
Your Nurse, Your Lovely Family.

PS: ada yang berminat nyumbang nama keren buat d'kids? :)


πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-23

Surel Kecil untuk Tuhan

| [0 Komentator]
Surel Kecil untuk Tuhan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dear, Allah SWT.

Syukur Alhamdulillah, sampai detik ini Engkau senantiasa memberikan berkah kesehatan dan kehidupan bagi hamba-Mu. Barakallah. *sujud syukur*

Ya Allah, pertama-tama hamba minta petunjuk untuk masa depan hamba. Hamba sangat ingin berwirausaha, tetapi hamba masih bingung jenis usaha yang cocok tanpa harus ketik REG spasi PRIMBON atau REG spasi apalah apalah. Sempat kepikiran buka warnet, rental PS, agen paket internet, namun semua hanya wacana. Pengennya jualan online saja, biar bisa bekerja di rumah tanpa repot sewa ruko. Namun apa produknya, Ya Allah(?) Hamba sudah mulai bosan terlalu useless.

Ya Allah, dekatkanlah jodoh bagi hamba-Mu ini. Jikalau jodoh sudah dekat, meskipun samar, siapakah gerangan dirinya? Apakah jodohku nanti bisa ditemukan lewat GPS? Atau harus minta tolong ke BASARNAS? Kalau gini terus, kapan rabine? Bisa-bisa termasuk GOLKAR nih. GOLongan KAsep Rabi. :'(

Ya Allah, berikanlah keselamatan dunia dan akhirat bagi keluarga kami. Jadikan keluarga kami tetap utuh, damai, tentram, adem ayem, stabil, kuat, kokoh dan terpercaya. Senantiasa berada di jalan-Mu. Serta jauhkanlah siksa kubur bagi alharhumah ibu. Berikan Beliau tempat terbaik di sisi-Mu. Aamiin~ :')

Ya Allah, jauhkanlah hamba-Mu dari perilaku buruk, yaitu maido. Hindarkan juga dari orang-orang yang suka maido sakpodo bangsane. Serta jauhkan dari wabah LATAH BERITA yang terkutuk, Ya Allah.

Satu lagi, berikan kesempatan untuk bertemu dengan sahabaT hamba. Seorang sahabaT terbaik nun jauh di mata namun dekat di hape, yang cukup lama tak bersua. :)

Semoga Engkau sudi mengijabahi semua doa-doa hamba-Mu, Ya Allah. Aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Warm regards,
Hamba-Mu yang hina di depan-Mu

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-22

Naksir (Kucingnya) Taylor Swift

| [2 Komentator]

To: Taylor Swift (@taylorswift13)

Dear, Swift.

Apa kabar kucingmu? Si Meredith Grey dan Olivia Benson? Oh ya, kamu tahu gak Swift, yang paling aku tunggu tuh bukan single atau album baru kamu (bahkan kamu menang di Grammy pun aku sok tak peduli), tetapi postingan foto atau video duo kucingmu itu. Aku demen pantengin akun Instagram dan Facebook Fan Page kamu, siapa tahu kamu upload foto/video terbaru mereka.

Semua berawal ketika netizen dihebohkan penampakanmu memangku kitten Olivia di Instagram. Aku langsung kepoin tentang kamu dan kucingmu. Ternyata kamu sudah punya kucing bernama Meredith. Aku yang semula ngefans dengan Kitty Purry, kucingnya Katy Perry, tetiba jadi ngefans sama kucingmu.

Memang sih aku sudah punya seekor kucing gondrong-pesek, Bella. Tapi aku tertarik dengan kucing ras Scottish Fold seperti duo Meredith dan Olivia. Kuping kecil, kepala bulat, hidung pesek, bulu pendek, wajah innocent. Asli, bikin gemeeesss~ :3 Coba warnanya mirip si Bella, bulu hitam keemasan dan mata kuning, kalau dilihat dari depan jadi lebih mirip burhan alias burung hantu. Haha. :D

Sering-sering posting foto/video Meredith dan Olivia ya, Swift. :*

Warm regards,
Your (cat) lover

Olivia Benson | Taylor Swift's Cat | 1989 [image by www.pinterest.com]

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-21

#Pacitan271 #Hajatan271

| [2 Komentator]
#Pacitan271 #Hajatan271

To: Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Dear, Pacitan.

Tepat hari ini, tanggal 19 Februari 2016, usiamu sudah menginjak 271 tahun. BTW, angka 271 juga menunjukkan nomor urut salah satu Sekolah Menengah Atas di Indonesia yang ada di daerahmu. Sekolah tersebut tak lain adalah SMA Negeri 1 Pacitan, yang populer dengan sebutan SMA 271.

Seiring dengan bertambahnya usia, semoga pembangunan semakin merata, plus pembenahan dan penambahan fasilitas objek wisata. Serta keamanan dan kenyamanan selalu terjaga, sehingga Pacitan semakin maju membahana (kata jingle Pilkada KPU Pacitan kemarin). Aamiin.

Dirgahayu Pacitan ke-271. :)

Warm regards,
Cah Pacitan

PS: mana nih hastag #Pacitan271 #Hajatan271 kok belum masuk TTI? Masa' kalah sama #0271Solo. Padahal sama-sama 271. Haha.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-20

Merindukan Citra Prima

| [0 Komentator]
Merindukan Citra Prima

To: Citra Prima (@citraprima)

Dear, Nyanyah.

Apa kabar, Nyah? Sehat, sentosa nan bahagia kan? Kemana saja sih Nyah, kok jarang nongol di Twitter? Sesekali muncul dong, Nyah. Seenggaknya sekedar menyapa para penggemar setia, Primastic. Pasti mereka pada kangen. :D

Cukup lama juga tidak melihatmu di televisi. Padahal biasanya tiap malam Jumat, aku begadang demi nonton Nyanyah beraksi. Baik di acara [Masih] Dunia Lain ataupun Ghost Game. Semenjak kedua acara tersebut berhenti tayang, aku jadi rajin tidur lebih awal deh. -.-"

Tapi gak apa-apa sih. Semoga aja nanti Nyanyah tetiba muncul dengan membawa buku Conversation With Ghosts - Part 2. Buku serial misteri yang kehadirannya tentu ditunggu-tunggu Primastic sejagat raya.

Tapi lagi, kangen rambut birumu, Nyah. :)

Warm regards,
One of Primastic.


πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-19

Masa Kecil yang (Mem)Bahagia(kan)

| [0 Komentator]
Masa Kecil yang (Mem)Bahagia(kan)

To: Anaknya Pakdhe, di Ngawi

Dear, Sist.

Ingatkah kamu, ketika tiap liburan sekolah waktu SD, aku selalu main ke rumahmu di Ngawi? Sampai-sampai aku gak mau pulang saking kerasannya.
Ingatkah kamu, ketika kita bermain di pekarangan belakang rumahmu? Membakar dedaunan bambu kering kala musim kemarau, atau bermain hujan sembari seluncuran di tanah berlempung (tanah liat) hingga mirip kebo gupak (kerbau berlumur lumpur).
Ingatkah kamu, ketika siang yang terik, kita berdua mencegat penjual es keliling? Bukan mau beli es, tetapi cuma beli mainan.
Ingatkah kamu, ketika kita bermain mainan masing-masing, tetapi tetap bersama. Misalnya kamu main masak-masakan, dikombinasi dengan aku main mobil-mobilan. Macam delivery order gitu deh.
Ingatkah kamu, ketika kita mau beli jajan di warung sebelah rumahmu? Kita jalan sendiri-sendiri biar gak dikata pacaran. :))
Dan mungkin masih banyak cerita nostalgia dan kebahagiaan jaman 90'an lainnya.

Hingga saat kita berdua masuk jenjang SMP dan seterusnya, kita jadi jarang bermain bersama. Mengobrol pun juga jarang.

Namun tak lama lagi, kamu akan naik ke pelaminan. Ciye ciye~ Selamat yaaa~

Warm regards,
Your Bro.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-18

Kucing dalam Kardus

| [4 Komentator]
Kucing dalam Kardus

To: Bella The Cat

Dear, Bella.

Makin hari, makin besar saja perutmu. Aku jadi seneng gendong kamu sambil pegangin perutmu, elus-elus perutmu. Terasa ada bulet-bulet dan gerak-gerak gitu. Gemes. :3

Sepertinya waktu lahiranmu semakin dekat. Aku sekarang bagaikan bapak siaga (calon suami yang baik?). Aku sudah siapkan sebuah kardus besar, hasil minta ke minimarket sebelah. Tapi kamu belum mau masuk ke kardus sendiri. Begitu aku masukin kardus, kamu buru-buru mencolot keluar. Padahal kamu itu selalu pasang ekspresi lucu kalau lagi di dalam kardus. :))

Aku siap membantumu melahirkan anak-anakmu. Karena umumnya kucing pesek-gondrong kurang pinter dalam urusan melahirkan dan merawat anak. Tetapi kamu beda, di lahiranmu kedua kemarin (yang pertama di rumahku), kamu termasuk pinter merawat anak. Anakmu yang aku pegang langsung pakai tangan pas lahiran pun kamu masih mau jilat-jilat dan menyusuinya. Gak seperti kata orang-orang. Myth.

Ah, aku makin tak sabar menunggu kelahiran anak-anakmu yang lucu dan unyu, Bel. ({})

Warm regards,
Your Lovely Family.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-17

Teruslah Melaju, #ASRoma!

| [0 Komentator]

Klasemen Sementara Serie A Giornata 25 [image by id.soccerway.com]

To: Associazione Sportiva Roma

Dear, I Lupi.

Berkat empat kali kemenangan berturut-turut, kamu bisa juga kembali mengangkangi klub yang cukup menyebalkan, Internazionale Milan, di klasemen sementara Serie A. Ketika aku bangun tidur dan cek timeline Twitter, aku membaca koar-koar seorang Milanisti. Ada apa? Ternyata, klub rival dia orang dini hari tadi dikalahkan oleh ACF Fiorentina. Aku tentu ikut senang, dong. Mereka yang sempat jumawa di pucuk klasemen, kini kembali ke 'habitat' asal.

Tetap semangat ya, Rom, Roma. Raih terus poin maksimal di 13 pekan tersisa. Pokoknya di klasemen akhir musim kamu harus berada di posisi yang lebih baik dari klub rival, SS Lazio, plus duo Milan. Syukur-syukur bisa scudetto. Haha.

Oh ya, fokus juga ke UCL lawan Real Madrid. Para tifosi Serie A harus dukung nih, terutama tifosi 'panitia' venue final UCL musim ini. *colek kangpos* Siapa tahu nanti finalnya duo wakil Italia, koefisien di UEFA naik, bisa menggusur Liga Primer Inggris dan jatah ke UCL kembali jadi empat klub. Seneng gak tuh? :p

FORZA ROMA!

Warm regards,
Romanisti yg males sok fanatik.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-16

Jangan Ada Anarki di Antara Kita

| [2 Komentator]


To: Negara Tercinta Indonesia Raya

Hai tanah airku,

Akhir-akhir ini aku semakin sering mendengar berita tentang kekisruhan di negeri ini. Mulai dari saling sikut anggota dewan yang terhormat, hingga saling hujat krucil-krucil pengguna media sosial. Ada saja yang diributkan, ada saja yang diperdebatkan. Kasus #PapaMintaSaham, huru-hara Pilkada serentak, pun perdebatan perayaan Hari Kasih Sayang a.k.a Valentine Day. Versus.

Sepertinya Indonesia masih belajar demokrasi. Semua orang mau pada menang sendiri, dimana-mana terjadi aksi anarki, banyak yang lupa diri. Tetapi, aku rasa itulah resiko keberagaman di negeriku tercinta ini. Masalah silih berganti menghampiri, namun selalu disertai mencari solusi meski terkadang kurang pasti. Coba bayangkan apabila semuanya homogen. Tak ada permasalahan, tentu tak ada hal yang mendewasakan kita. Hidup akan terasa stagnan. Bencana itu bernama keseragaman.

Tugas kita adalah menjaga keberagaman. Selalu ingat slogan Bhinneka Tunggal Ika. Alangkah indahnya apabila keberagaman itu malah bisa menyatukan rakyat Indonesia. Gesekan-gesekan dalam masyarakat harus bisa diredam dengan rasa toleransi. Baik toleransi antar umat beragama, maupun toleransi antar suku atau ras. No rasis, no anarkis.

Untukmu wahai Bapak presiden terkini, pimpinlah negeri ini dengan nurani. Jangan mendahulukan kepentingan pribadimu, terutama bagi partai yang menaungimu. Berantas korupsi, jangan sampai dijadikan tradisi. Negeri kaya nan subur harus dibarengi dengan kehidupan rakyat yang makmur.

Tetap merdeka dan jaya Indonesia! Jangan ada anarki di antara kita!

Salam hangat,
Rakyat yang kian berkarat.

*Jangan Ada Anarki di Antara Kita adalah sebuah judul lagu yang dipopulerkan oleh Kill The DJ dan Soimah Pancawati.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-15

Surat (Balasan) untuk sahabaT

| [0 Komentator]
Surat (Balasan) untuk sahabaT

To: @tyaslestarie

Dear, sahabaT.

Maafkan diriku yang baru bisa membalas suratmu tempo hari. Padahal sudah aku baca berkali-kali, lupanya pun berkali-kali. Maklum, vakum (vaktor umur, itu katamu). :))

Jelaslah kamu tahu bagaimana kabarku, aku juga tahu kamu (semakin) baik-baik saja. Setiap hari kan kita berkirim pesan singkat via aplikasi chat. Ngomongin berat badan nih, jika diriku naik ke atas timbangan, sepertinya jarum timbangan akan menunjukkan angka 80'an kg deh. Kemungkinan besar diakibatkan terlalu malas olah raga karena hujan sehari-hari (padahal bukan bulan Januari). Musim penghujan, tarikan gravitasi terbesar ada di kasur. Enakan tidur. Haha. Tetapi aku tetap bersyukur bentuk tubuhku tak sampai kalihatan membulat, lebih bersyukur lagi berkah kesehatan yang masih setia menghinggapi tubuhku. Kamdulillah to? :)

Belimbing wuluh kuning? Pohonnya masih ada, namun sedang berhenti berbuah. Belimbing wuluh kuning itu buahnya dari kecil sampai matang warnanya tetep kuning, rasanya juga tetep masam. Jadi inget jaman SD dulu, sok kuat-kuatan makan belimbing wuluh dicocol garam, eeeh besoknya pada sakit perut. Bhahak. :p Tenang saja, nanti kalau pohonnya sudah berbuah lagi, aku ambilin bijinya buat dikeringin dan aku kirim ke tempatmu atau lewat perantara adikmu.

Eh, kalau buah alpukat sih ada. Kemarin baru panen 2 pohon berbeda jenis. Alpukat ijo bulat dekat garasi itu dan alpukat merah lonjong yang tinggi menjulang dekat pohon pete. Lumayan dapat ratusan biji. Rencana sih mau berbagi aja dengan tetangga, meski kemarin sempet ada tengkulak yang nyari. Kamu mau? Ngejus alpukat, trus ditambahin susu cokelat. Dijamin enak dan nikmat. :9

Oh ya, kamu kapan main ke rumah lagi? Gak kangen si Bella? Dulu kan kamu ke rumahku 1 bulan pasca Bella lahiran, ini Bella mau lahiran lagi lho. Kalau kamu dolan ke sini, ntar aku traktir makan nasi tiwul deh. Gimana? Deal? ;)

Warm regards,
Big Brown.

*surat balasan untuk http://tyaslestarie.tumblr.com/post/138915222743/untuk-sahabat-yang-memanggilku-sahabat

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-14

Kenangan di Lapak Koran

| [8 Komentator]

Ilustrasi Pelapak Koran | Majalah | Buku | Tabloid | Novel [image by citizenmagz.com]

To: Bapak Pelapak Koran Gerbang Fapet UB Malang

Dear, Pak koran.

Apa kabarmu, Pak? Sudah dua tahun lebih kita tak berjumpa. Masihkah sampeyan berjualan koran di dekat gerbang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang? Atau sudah 'diusir' dan berjualan di tempat lain? Karena menurut isu yang beredar gerbang Fapet UB kini sudah dibuka untuk umum. Tentu saja pelapak pinggir jalan harus dibersihkan guna memperlancar arus lalu-lintas.

Hari ini hari Jumat. Dulu, hari Jumat merupakan waktu yang tepat untuk cangkrukan di lapakmu. Entah itu sebelum masuk kuliah ataupun sepulang kuliah. Tak sekedar cangkrukan, aku pun rutin membeli tabloid sepak bola SOCCER darimu, yang memang terbit di hari Jumat. Ingatkah sampeyan? Pertama kali aku beli tabloid SOCCER di lapakmu saat ujian SPMB (sekarang SBMPTN). Dari tabloid itulah aku kenal dan akrab denganmu. Hampir empat tahun aku berlangganan ke sampeyan membeli tabloid itu.

Hingga pada suatu ketika, aku merasakan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat. Aku menganggap berita di tabloid sudah terlalu basi, kurang kekinian. Oleh sebab itu, aku tak lagi membeli tabloid lagi di lapakmu. Tiap cangkruk ke lapakmu, aku hanya baca-baca saja, bahkan kadang meminjam majalah/tabloid dan dikembalikan besoknya. Beruntung, sampeyan orangnya baik hati dan tidak sombong. Meski cuma baca-baca, setidaknya sampeyan ada teman ngobrol. Aku pun merasa omsetmu semakin menurun dan sepi pembeli.

Akhir tahun 2013, aku harus pulang ke desa. Tak sempat berpamitan kepada sampeyan. Nomor hape sampeyan pun raib. Setahun setelah kepulanganku, aku mendapat kabar bahwa tabloid SOCCER sudah tidak diproduksi lagi dari hastag #SOCCERpamit di akun Twitter @TabloidSOCCER. Padahal tabloid SOCCER versi Twitter adalah andalanku dalam mengupdate berita sepak bola kekinian. Sedihnyaaa~

Bersama surat ini, aku mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena sampeyan rela berbagi informasi melalui lapak koran/majalah/tabloid-mu. Semoga suatu saat kita bisa bersua kembali. Bernostalgia tentang tabloid SOCCER, koran stensilan, mahasiswi cantik pelanggan tabloid NOVA, bal-balan Ngalam, dan lain sebagainya. :)

Warm regards,
Perusuh lapakmu.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-13

(Hampir) Lupa Bayar Pajak Sepeda Motor

| [1 Komentator]
(Hampir) Lupa Bayar Pajak Sepeda Motor

To: Samsat Jawa Timur

Dear, Admin SMS Center Samsat Jatim.

Saya ucapkan terima kasih atas SMS notifikasi yang Anda kirimkan kemarin (10/02). Jikalau tidak ada SMS notifikasi dari Anda, kemungkinan besar saya akan lupa kapan tanggal jatuh tempo pajak kendaraan bermotor saya. Bulan September tahun kemarin saya sudah ke Samsat di kota saya. Nah, seingat saya waktu itu saya bayar pajak tahunan. Setelah baca SMS notifikasi, saya baru menyadari kalau saat itu ke Samsat cuma ambil STNK dan BPKB pasca balik nama.

Memang sih sepeda motor saya hanya motor matic 'warisan' almarhumah ibu. Bukan motor sport ber-cc gede idaman para gadis cabe-cabean macam di sinetron Anak Jalanan RCTI. Namun kalau sampai telat bayar pajak, kan malu sama negara, kena denda pula. Saya lihat di lembar pembayaran pajak, batas jatuh tempo pajak masih sampai tanggal 23 Februari 2016, tetapi saya langsung bayar hari ini juga (11/02) di Samsat Drive-Thru, daripada ditunda-tunda malah lupa. Lunas.

Salam cinta,
Pemotor (yang merasa) taat pajak.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-12

Mandi (Minimal) 2 Kali Sehari

| [0 Komentator]
Mandi (Minimal) 2 Kali Sehari

To: Manusia Malas Mandi

Dear, humans.

Hari ini kalian sudah mandi belum? Apa? Belum mandi? Buruan mandi gih, bau bingits nih. *emotikon tutup hidung* Etapi baca dulu dong suratku, baru mandi. Haha. :p

Kalian tahu tidak? Aku beberapa hari yang lalu dimarahin (atau lebih tepatnya dinasehatin) bapakku karena siklus mandi yang kurang teratur. Jatah mandi pagi tetapi mandinya siang hari, bahkan terkadang cuma mandi sekali sehari. Padahal (Alhamdulillah) persediaan air di rumah cukup melimpah ruah, apalagi di musim penghujan begini. Kata bapak, "kowe ki mbok yo adus sedino peng pindo, koyok lumrah'e uwong ngono kae lho. Aduse yo seng terjadwal, isuk sakdurunge jam songo, sore ojo sampek luwih jam limo, ojo sakwayah-wayah ngono." (Translate: kamu itu kalau mandi sehari dua kali, seperti lumrahnya orang. Mandi yang terjadwal, pagi sebelum jam 9, sore jangan lewat jam 5, jangan sewaktu-waktu begitu.)

Hmm, benar juga sih nasihat bapak. Mandi kan untuk kebersihan dan kesehatan diri sendiri. Jangan terpengaruh statement sesat "tidak usah mandi agar hemat air". Coba kalau kalian tidak mandi, bisa jadi akan mengganggu lingkungan hidup di sekitar kalian. Orang-orang enggan dekat dengan kalian karena terganggu oleh bau tak sedap nan menyengat dari tubuh kalian. Lagipula, mandi 2 kali sehari menggunakan air secukupnya juga termasuk hemat air kan?

Cintailah orang-orang ter(/di)dekatmu dengan rajin mandi dan beraroma wangi sepanjang hari~

Warm regards,
Human who tried to take a bath regularly.

πŸ“Œ Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-11