Hole In My (Daily) Pants


Dear, my pants.

Terima kasih karena kamu sukses membuat pagiku tadi tak lagi useless. Kejadian bermula ketika semalam aku mendapat e-mail dari salah satu e-commerce ternama di Indonesia. Surel tersebut berisi promosi beberapa produk dengan diskon magic. Salah satu produk yang ditawarkan adalah sebuah Mesin Jahit Mini Portable. Aku tertarik, aku buka tautan di e-mail dan otomatis redirect ke aplikasi belanja online magic.

Di situlah aku mulai teringat padamu. Beberapa dari kamu sudah terlihat ada lubang menganga akibat jahitan yang putus. Entah disebabkan terlalu antusias ketika jongkok, atau memang tertekan dengan bokongku yang semok. Kalau kamu tanya, apakah aku langsung beli? Tidak. Aku cerita dan tanya dulu ke sahabaTku apakah perlu beli produk itu. Dia bilang, coba aja jahit manual, lebih hemat. Tapi aku beralasan, jahit manual susah dan gak rapi, apalagi kalau orangnya gak telaten kayak aku. Coba aja dulu, kata sahabaTku. Oke, kita lihat aja besok.

Paginya, aku kumpulin kamu yang berlubang di sana-sini, mulai dari kecil, sampai yang sebesar bibir sumur. #ups :)) Hal yang paling mendebarkan adalah saat memasukkan sesuatu yang panjang (benang -AL) ke dalam lubang kecil tak kasat mata (lubang jarum -AL), begitu masuk, uuuhhhh legaaa bingits. Bikin ketagihan. Hahaha. :p Satu-per-satu kamu aku jahit perlahan agar terlihat rapi, walau hasilnya gak serapi mesin jahit. Hari ini baru dapat empat, besok disambung lagi. Dulu sih enak, tugas jahit-menjahit aku serahkan ke ibu, tetapi setelah Beliau tiada, ya harus bisa lebih mandiri dong. Coba hitung, ada berapa cowok kekinian yang mau jahit celananya sendiri? *eh malah curhat*

Sekali lagi, terima kasih, kathok bolongku. _/\_

Warm regards,
The big butt. :p


Tag: #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-4

0 Komentator Blogger
Komentator Facebook

No comments:

Post a Comment